Rabu, 26 November 2014
Sabtu, 29 Maret 2014
JAWABAN
UJIAN
TENGAH SEMESTER
PERKEMBANGAN
PESERTA DIDIK
OLEH :
RISQI FAJRIL
17634/2010
PENDIDIKAN
TEKNIK ELEKTRONIKA
UPT
MKU
UNIVERSITAS
NEGERI PADANG
2012
1. Jelaskan
masing-masingnya 5 (lima) manfaat yang dapat saudra petik dari mata kuliah perkembangan
peserta didik ditijau dari sudut :
a) Saudara
sebagai mahasiswa
b) Saudara
sebagai calon guru nantinya
Jawab :
a)
Manfaat
mata kuliah PPD sebagai mahasiswa
1)
Memiliki pengetahuan tentang konsep-konsep perkembangan peserta didik
sebagai individu maupun mahkluk social dalam menjalani tahapan perkembangan
dari prenatal hingga lanjut usia.
2) Mampu menerapkan pengetahuan yang dimiliki
dalam proses pembelajaran sesuai dengan tahapan perkembangannya.
3)
pemahaman tentang perkembangan peserta didik akan
membantu mengenali berbagai penyimpangan dari perkembangan yang normal. Bila peserta didik umur dua
tahun belum berceloteh (banyak bicara) apakah dokter dan guru harus
mengkhawatirkannya? Bagaimana bila hal itu terjadi pada peserta didik
umur tiga atau empat tahun? Apa yang perlu dilakukan bila remaja umur lima
belas tahun tidak mau lagi sekolah karena keinginannya yang
berlebihan yaitu ingin melakukan sesuatu yang menunjukkan sikap “jagoan”?
Jawaban akan lebih mudah diperoleh apabila kita mengetahui apay ang biasanya terjadi p ada peserta
didik atau remaja.
4)
dengan mempelajari perkembangan peserta didik
akan membantu memahami diri sendiri. Dengan kata lain pengetahuan ini
akan membantu kita memahami apa yang
kita alami sendiri, misalnya mengapa masa puber kita lebih awal atau lebih
lambat dibandingkan dengan teman- teman lain.
5)
setelah mempelajari mata kuliah perkembangan
peserta didik, saya sebagai mahasiswa dapat membantu melihat perkembangan dan
pertumbuhan adik saya yang masih sekolah di SMP kelas VIII.
Artikel ini disalin dari diakses tanggal 20 maret 2012 pukul 12.57 wib http://blog.tp.ac.id/pentingnya-mempelajari-perkembangan-peserta-didik#ixzz1pLnbt8qM
b)
Manfaat
mata kuliah PPD sebagai calon guru
1) Kita dapat memilih dan memberikan
materi pendidikan dan pengajaran yang sesuai dengan kebutuhan anak didik pada
tiap tingkat perkembangan tertentu.Dengan memberi materi yang sesuai dengan
kebutuhan anak didik maka anak tersebut bisa lebih cepat mengerti dan tidak
manympang dari apa yang dia ketahui.
2) Kita dapat memilih metode
pengajaran dan menggunakan bahasa yang sesuai dengan tingkat perkembangan pemahaman
murid-murid mereka.Dengan menggunakan bahasa yang baik seorang peserta didik
bisa lebih memahami materi yang akan kita sampaikan.
3) Kita
akan mempunyai ekspektasi yang nyata tentang peserta didik, misalnya akan
diketahui pada umur berapa peserta didik mulai berbicara dan mulai mampu
berpikir abstrak atau akan diketahui pula pada umur berapa peserta didik
tertentu akan memperoleh keterampilan perilaku dan emosi khusus.
4) pengetahuan
tentang perkembangan peserta didik akan membantu kita untuk merespons sebagaimana
mestinya p ada
perilaku tertentu dari peserta didik. Bila seorang peserta didik dari Taman
Kanak-Kanak tidak mau sekolah lagi karena diganggu temannya, apa yang harus dilakukan oleh guru dan orang
tuanya? Bila peserta didik selalu ingin merebut mainan temannya apakah
dibiarkan saja? Pemahaman kita tentang perkembangan peserta didik akan membantu
menjawab pertanyaan-pertanyaan itu dan menunjukkan sumber-sumber jawaban serta
pola-pola peserta didik mengenai pikiran, perasaan dan perilakunya.
5) Inspirator dan motivator. Dalam proses
belajar dan pembelajaran, guru mampu menstimulasi, mendorong, serta
mengelaborasi daya berpikir siswa, sehingga mampu membentuk perasaan senang
dalam belajar dan memiliki siap dan perilaku yang tepat.
Artikel
ini disalin dari diakses tanggal 20 maret 2012 pukul 12.57 wib http://blog.tp.ac.id/pentingnya-mempelajari-perkembangan-peserta-didik#ixzz1pLnbt8qM
2. Ilustrasikan
dengan contoh pertumbuhan dan perkembangan peserta didik yang saudara amati di
sekolah.Berdasarkan pengamatan dan analisi dilakukan coba saudara jelaskan
pertumbuhan dan perkembangan mana yang sudah terpenuhi oleh peserta didik dan
mana yang belum terpenuhi oleh peserta didik sesuai dengan tugas-tugas
perkembangan.....!!
Jawab :
Ø
Pertumbuhan
dan perkembangan yang sudah terpenuhi oleh peserta didik
1)
Menguasai
kemampuan membina hubungan baru yang lebih matang dengan teman sebaya atau berbeda
jenis kelamin.
Kemampuan
itu adalah kemampuan berfikir sosial positif,empati,kontrol emosi dan
altruistik.kemampuan berfikir positif artinya selalu memikirkan bahwa orang
lain pada dasarnya baik,suka menonjolkan aspek-aspek baik dari teman atau jauah
dari tingkah laku berburuk sangka dan suka melihat teman dari sisi
negatif.Remaja yang memiliki sifat empati mudah dimengerti perasaanny oleh
teman-temannya,oleh karena itu cepat tanggap atau merealisasi secara positif
terhadap perasaan teman.
2)
Menguasai
kemampuan melaksanakan peranan sosial sesuai dengan jenis kelamin.
Contohnya
seorang laki-laki bisa bekerja sama dengan teman perempuannya atau sebaliknya.
3)
Mencapai
kemerdekaan emosional dari orang tua dan orang dewasa lainnya.
Remaja
yang telah mencapaitugas perkembangan ini mampu mengembangkan kasih sayang
terhadap orang tua,perasaan hormat terhadap orang dewasa dan ikatan emosional
dengan lawan jenisnya.perasaan sayang terhadap orang tua yang mereka miliki di
karenakan kesadran atas tanggung jawab dan kebiasaan ekspresi kasih sayang yang
mewarnai kehidupan mereka dari kecil.Mereka menyadari bahwa bersikap kepada
orang tua adalah cara yang penuh kasih sayang bukan sebaliknya menentang dan
kasar terhadap orang tua.
Disamping
itu remaja tidak terpengaruh oleh situasi emosi orang lain,orang tua atau
dewasa lainnya yang buruk.Mereka meyakini emosi yang buruk dari orang tua,guru
dan orang dewasa lainnya harus ditanggapi dengan emosi yang baik.
4)
Menerima
keadaan fisik dan mengaktualisasikan secara efektif.
Remaja yang
mencapai tugas perkembangan ini menerima keadaan fisiknya sesuai dengan jenis
kelamin yang dimilikinya,apakah sebagai pria atau wanita.
5)
Bekembangnya
keterampilan intelektual dan konsep-konsep yang perlu untuk menjadi warga
negara yang baik.
Sebagai
wargayang berkembang maka dari aspek intelektual dia menerapkan kemampuan atau
mempergunakan ilmu-ilmu yang mereka pelajari di sekolah atau di luar sekolah
dalam menghadapi kehidupan mereka.Dia juga memperlihatkan kreatifitas yang
tinggi dalam menciptakan sesuatu yang baru dan menyelesikan berbagai tantangan
dalam kehidupan.
6)
Memiliki
keinginan untuk bertanggung jawab terhadap tingkah laku sosial.
Maksudnya
sebagai remaja yang telah mencapai tugas perkembangan ini mampu mempertanggung
jawabkan tingkah laku sosialnya.Ia benar-benar menjunjung tinggi nilai-nilai
sosial,mencintai dan ingin bertingkah laku sosial yang manusiawi .Remaja ini
suka membina keakraban organisasi sekolah,sosial untuk membantu orang lemah.
7)
Memiliki
perangkat nilai dan sistem etika dalam bertingkah laku .
Remaja
telah mamiliki filsafat hidup,memiliki seperangkat nilai bertingkah lakuyang
dijadikannya dasar dalam bertingkah laku.ia menjadi remaja yang kuat
melaksanakan nilai agama,budaya dan ilmu pengetahuan dalam bertingkah
laku.mereka menunjukan tingkah laku yang lebih baik dalam moral seoerti
kejujuran,kasih sayang,tenggang rasa,kerja keras,keadilan dan tamggung jawab.
Ø
Pertumbuhan
dan perkembangan yang belum terpenuhi oleh peserta didik
1)
Memiliki
kemampuan untuk mandiri secara ekonomi.
Remaja
yang matang memiliki dorongan untuk mencari biaya hidup sendiri.Mereka ingin
berbuat sesuatu yang menghasilkan uang.Tapi faktanya di sekitar sekolah banyak
peserta didik yang masih saja meminta uang kepada orang tua nya,Karena
keseringan meminta pesrta didik pun semakin malas untuk mengatur keuangannya.
2)
Memiliki
kemampuan untuk memilih dan mempersiapkan diri untuk karier.
Sebagai
remaja yang berkembang mereka sudah memiliki keyakinan nilai-nilai untuk bekal
hidupdalam karier,memiliki ketetapan karier yang akan ditekuni,dan mengrahkan
diri mereka dalam pendidikan dan kepribadian sesuai dengan tuntutan karier yang
mereka pilih.Mereka harus menyadari bakat-bakat khusu mereka yang menonjol,tapi
pada sekolah kita lihat banyak peserta didik yang belum bisa memaksimalkan
bakatnya.
3. Perkembangan
peserta didik perlu di pahami oleh guru di sekolah.sehubungan dengan itu
jelaskanlah :
a) Apa
yang dimaksud dengan irama dan tempo perkembangan
b) Hukum-hukum
dan prinsip-prinsip perkembangan
c) Tahap-tahap
perkembangan peserta didik
d) Perbedaan
pertumbuhan fisik laki-laki dan perempuan di masa remaja
Jawab :
a)
Pengertian irama
dan tempo perkembangan
·
Irama Perkembangan
Berlaku
terhadap perkembangan setiap orang baik menyangkut perkembangan jasmanimaupun
rohani. Hal ini berlangsung silih berganti, terkadang teratur, terkadang juga
tidak.Adakalanya tenang, adakalanya goncang, tergantung dari irama perkembangan
masingmasingindividu tersebut.
Pada umur tiga sampai
lima tahun seorang anak biasanya mengalami irama goncangan sehingga sukar
diatur, suka membangkang, tetapi setelah itu anak bisa tenang kembali.
·
Tempo perkembangan
Tempo
perkembangan Ialah bahwa tiap anak mempunyai tempo kecepatan dalam
perkembangannya sendirisendiri.Ada anak yang perkembangannya lebih cepat dari
anak lainnya.
perkembangan jiwa tiap-tiap anak
itu berlainan, menurut temponya masing-masing perkembangan anak yang ada. Ada
yang cepat (tempo singkat) adapula yang lambat. Suatu saat ditemukan seorang
anak yang cepat sekali menguasai ketrampilan berjalan, berbicara,tetapi pada
saat yang lain ditemukan seorang anak yang berjalan dan berbicaranya lambat
dikuasai. Mereka memiliki tempo sendiri-sendiri.
Artikel ini disalin dan diakses tanggal 20 maret
2012 pukul 06.33 wib
b)
Hukum-hukum
dan prinsip-prinsip perkembangan
·
Hukum-hukum
perkembangan
1)
Hukum Konvergensi
Hukum
Konvergensi ini menekankan kepada pengaruh gabungan antara pembawaaan dan
lingkungan. Tokoh yang berpendapat demikian adalah Willian Stern yang
menyatakan bahwa pertumbuhan dan perkembangan itu adalah hasil pengaruh bersama
kedua unsur pembawaan dan lingkungan. Kedua pengaruh tersebut dapat dimisalkan
gambarannya sebagai berikut:

Dari gambar di atas dapat dilihat adanya Saling pengaruh kedua
faktor pembawaan dan lingkungan.
2)
Hukum Mempertahankan dan Mengembangkan Diri
Sebagai
makhluk hidup, manusia mempunyai dorongan/.hasrat untuk mempertahankan diri.
Hal ini terwujud pada usaha makan ketika lapar, menyelanatkan diri apabila ada
bahaya. Pada anak kecil usaha ini diwujudkan dengan menangis, apabila lapar,
haus, rasa tidak enak badan, dan sebagainya, kemudian si ibu akan tanggap
dengan tanda-tanda tersebut. Dari usaha untuk memepertahankan diri berlanjut
menjadi usaha untuk mengembangkan diri.
Pada
anak-anak biasanya terlihat rasa ingin tahunya itu besar sekali, sehingga
ank-anak tidak hentin-hentinya bertanya mengenai suatu hal dan dirinya akan
merasa senang apabila dunianya diisi dengan berbagai pengalaman dan pengetahuan
yang didapat dari sekelilingnya. Melalui kegiatan bermain, berkumpul dengan
teman, bercerita dan sebagainya itu dapat dianggap sebagai dorongan untuk
mengembangkan diri.
3)
Hukum Masa Peka
Masa peka
ialah masanya suatu fungsi mudah/peka untuk dikembangkan. Masa peka merupakan
masa yang terjadi nya dalam perkembangan pada saat-saat tertentu. Misalnya anak
usia satu sampai dua tahun yang mengalami masa peka untuk berbicara dan meniru
sehingga apa yang diajarkan mudah diikuti dan berhasil dengan baik.
4)
Hukum Kesatuan Organis
Yang dimaksud dengan
hukum kesatuan organis disini adalah bahwa berkembangnya fungsi fisik maupun
mental psikologis pada diri manusia itu tidk berkembang lepas satu sama lainnya
tetapi merupakan suatu kesatuan.
5)
Hukum Rekapitulasi
Merupakan
pengulangan ringkasan dari kehidupan suatu bangsa yang berlangsung secara
lambat selama berabd-abad. Dengan hokum ini berarti perkembangan jiwa anak itu
merupakan ulangan dan adanya persamaan dengan kehidupan sebelumnya (yang
dilakukan oleh nenek moyang).
6)
Hukum Tempo Perkembangan
Ialah
bahwa tiap anak mempunyai tempo kecepatan dalam perkembangannya sendirisendiri.
Ada anak yang perkembangannya lebih cepat dari anak lainnya.
7)
Hukum Irama Perkembangan
Berlaku
terhadap perkembangan setiap orang baik menyangkut perkembangan jasmani maupun
rohani. Hal ini berlangsung silih berganti, terkadang teratur, terkadang juga
tidak. Adakalanya tenang, adakalanya goncang, tergantung dari irama
perkembangan masingmasing individu tersebut.
Pada umur
tiga sampai lima tahun seorang anak biasanya mengalami irama goncangan sehingga
sukar diatur, suka membangkang, tetapi setelah itu anak bisa tenang kembali.
Artikel ini disalin dan diakses tanggal 20 maret
2012 pukul 06.50 wib
·
Prinsip-prinsip
perkembangan
1)
Perkembangan
berlangsung seumur hidup dan meliputi seluruh aspek. Perkembangan aspek
tententu mungkin lebih jelas terlihat, sedangkanSetiap individu memiliki
kecepatan dan kualitas perkembangan yang berbeda.
2)
Seseorang mempunyai kemampuan berpikir dan
membina hubungan social yang sangat tinggi dan perkembangannya dalam hal
tersebut sangat cepat, sedangkan kemampuan yang lain mungkin kurang dan
perkembangannya lambat.
3)
Secara relative, perkembangan beraturan dan
mengikuti pola-pola tertentu. Perkembangan p ada aspek tertentu, mungkin mendahului aspek yang lainnya, misalnya peserta didik bisa
merangkah sebelum berjalan.
4)
Perkembangan berlangsung secara berangsur-angsur,
tetapi dalam situasi tertentu dapat juga terjadi lompatan-lompatan atau
sebaliknya kemacetan.
5)
Perkembangan berlangsung dari kemampuan yang bersifat umum menuju yang bersifat
khusus, mengikuti proses diferensiasi dan integrasi. Misalnya kemampuan
memegang benda besar dengan kedua tanggannya baru kemudian memegang dengan satu
tangan tetapi denga kelima jari dan akhirnya dengan menggunakan ujung jari.
6)
Sampai p ada
batas tertentu, perkembangan pada aspek tertentu dapat dipercepat atau
diperlambat. Hal tersrbut bisa bergantung pada factor pembawaan atau
lingkungan.
7)
Perkembangan aspek-aspek tertentu berlangsung
sejajar atau berkorelasi dengan aspek nilainnya. Perkembangan spek sosial bisa
sejajar dengan kemampuan berbahasa atau motorik atau lainnya. Perkembangan
aspek lain mungkin tidak ada
hubungannya.
8)
P ada
saat tertentu dan dalam bidang tertentu, perkembangan pria berbeda dengan
wanita. P ada usia 12-13
tahun wanita lebih cepat kematangan sosial dan moralnya dibandingkan dengan
pria. Pria umumnya lebih kuat dalam kemampuan intelektualnya, sedangkan
wanita lebih kuat dalam kemampuan bahasa, estitika atau keindahan.
Artikel ini
disalin dan diakses tanggal 20 maret 2012 pukul 07.39 wib
c)
Tahap-tahap
perkembangan peserta didik
1)
Tahap
pra-operasional( usia 2-7 tahun).
Pada
tahap ini kemampuan skema kognitifnya masih terbatas. Peserta didik suka meniru
perilaku orang lain. Perilaku yang ditiru terutama perlaku orang lain[
khususnya orang tua dan guru] yang pernah ia lihat ketika orang itu merespons
terhadap perilaku orang, keadaan, dan kejadian yang dihadapi pada masa lampau.
Peserta didik mulai mampu menggunakan kata-kata yang benar dan mengekspresikan
kalimat-kalimat pendek secara efektif.
2)
Tahap
operasional kongkret ( usia 7-11 tahun)
Pada
tahap ini peserta didik sudah mulai memahami aspek-aspek kumulatif materi, misalnya
volume dan jumlah; mempunyai kemampuan memahami cara mengombinasikan beberapa
golongan benda yang bervariasi tingkatannya. Selain itu, peserta didik sudah
mampu berpikir sistematis mengenai benda-benda dan peristiwa-peristiwa yang
kongkret.
3)
Tahap
operasional formal ( usia 11-15 tahun)
Pada tahap ini peserta didik sudah menginjak usia remaja. Perkembangan kongnitif peserta didik pada tahap ini telah memiliki kemampuan mengoordinasikan dua ragam kognitif, baik secara simultan[serentak] maupun berurutan. Misalnya kapasitas merumuskan hipotesis[anggapan dasar] peserta didik mampu berpikir untuk memecahkan masalah dengan lingkungan yang ia respons. Sedangkan dengan kapasitas menggunakan perinsip-perinsip abstrak, peserta didik akan mampu mempelajari materi pelajaran yang abstrak, seperti agama, matematika, dan lainnya.
Pada tahap ini peserta didik sudah menginjak usia remaja. Perkembangan kongnitif peserta didik pada tahap ini telah memiliki kemampuan mengoordinasikan dua ragam kognitif, baik secara simultan[serentak] maupun berurutan. Misalnya kapasitas merumuskan hipotesis[anggapan dasar] peserta didik mampu berpikir untuk memecahkan masalah dengan lingkungan yang ia respons. Sedangkan dengan kapasitas menggunakan perinsip-perinsip abstrak, peserta didik akan mampu mempelajari materi pelajaran yang abstrak, seperti agama, matematika, dan lainnya.
Artikel ini disalin dan diakses tanggal 20 maret
2012 pukul 06.23 wib
d)
Perbedaan
pertumbuhan fisik laki-laki dan perempuan di masa remaja
·
Ciri-Ciri
Pria Dilihat Dari Fisiknya
Bagi seseorang yang sudah mendalami
ilmu biologi, dia tahu benar bahwa kejadian tubuh pria sangat berbeda dari kaum
wanita, baik dalam keadaan tulang-tulangnya maupun ototnya, demikian juga dalam
urat syarafnya. Oleh karena itu maka kelihatanlah kaum pria lebih tegap
tubuhnya, lebih kuat fisiknya, lebih keras buku-bukunya, sehingga ia kelihatan
gagah perkasa.
Keadaan yang demikian menyebabkan
kaum kaum pria lebih tahan bekerja keras membanting tulang, lebih mampu
mengangkat suatu yang berat dan bergulat dengan binatang buas, serta lebih
sanggup mengerjakan pekerjaan keras dan yang keras, sebagian bukti dapat
dilihat dalam buruh-buruh pelabuhan, buruh-buruh pertambangan dan buruh-buruh
pabrik-pabrik pengangkutan-pengangkutan yang terdiri dari berbagai besi dan
logam.
|
Masa baligh remaja
biasanya ditandai dengan munculnya ciri-ciri fisik sbb:
|
||||||||
|
·
Ciri-Ciri
Wanita Dilihat Dari Fisiknya
Bagi setiap yang suka memperhatikan
bentuk tubuh wanita yang banyak sekali perbedaannya dengan bentuk kaum pria
dapat disaksikan bahwa tubuh kaum wanita adalah lemah dan tidak bertenaga.
Sehingga ia mengalami kesukaran dalam pekerjaan - pekerjaan yang kasar seperti
menebang kayu-kayu yang besar, membelah batu-batu yang besar. Oleh karena itu
maka agak sukar bagi kita mencari buruh-buruh wanita dalam pelabuhan –
pelabuhan dan pabrik-pabrik raksasa yang sifatnya membutuhkan dan pabrik-pabrik
raksasa yang sifatnya membutuhkan tenaga dan kekuasaan fisik.
Demikian Allah menjadikan makhluknya
ini berpasang-pasangan, disamping sudah ada makhluk-makhluk nya yang suka lagi
perkasa dijadikannya disampingnya makluknya yang lemah gemulai, sehingga yang
lemah tetap mencari perlindungan di bawah lingkungan yang kuat serta pihak yang
kuat serta memberikan perlindungan kepada si lemah.
Demikian disinyalir dari firman
Tuhan yang berbunyi :
Yang maksudnya kira kira :
Kami ciptakan manusia
berpasang-pasangan, disamping laki-laki dan perempuan, disamping kaum lemah ada
kaum kuat.
·
Ciri-Ciri
Masa Remaja Pria dan Wanita
Ciri utama bahwa seseorang itu
memasuki masa remaja adalah terjadinya “menarche” (menstruasi pertama) bagi
wanita, dan “noctural emissions” (mimpi jimak pertama kalinya) bagi laki-laki.
Sedangkan ciri-ciri tersebut merupakan kriteria pubertas yang umum. Akibat dari
masa pubertas tersebut muncul pada perubahan sikap dan perilaku remaja yaitu
ingin menyendiri, sering bertengkar dengan teman-teman dan anggota keluarga,
sering melamun, dan bereksperimen seks, pembosan sehingga prestasinya di
berbagai bidang menurun, kikuk karena dipengaruhi oleh pertumbuhan yang pesat
dan tidak seimbang, emosi meninggi, karena pada masa ini anak merasa khawatir,
gelisah, dan cepat marah, sedih dan suasana hati yang negatif sangat sering
terjadi selama masa pra-haid dan awal periode haid bagi wanita.
·
Perkembangan
Fisik Remaja Pria dan Wanita
a. Pertumbuhan badan sangat cepat.
Wanita nampak lebih cepat daripada laki-laki, sehingga dapat menyebabkan seks
antagonisme (terjadi saling menjauhi bahkan bermusuhan)
b. Pertumbuhan anggota badan dan
otot-otot sering berjalan tak seimbang, sehingga dapat menimbulkan kekakuan dan
kekurangan serasian (canggung).
c. Seks primer dan skunder mulai
berfungsi dan produktif, ditandai dengan mimpi pertama bagi laki-laki, dan
menstruasi pertama bagi perempuan.
Artikel ini disalin dan diakses tanggal 19 maret
2012 pukul 19.38 wib
4. Jelaskan
mengapa kebutuhan sosial psikologis,kebutuhan fisik remaja,dan perkembangan
intelektual peserta didik kurang diperhatikan guru di sekolah,sementara
isi,muatan dan materi pelajaran cukup bayak mereka terima...??
Upaya apa yang
dapat saudara lakukan untuk dapat
memenuhi kebutuhan yang berkaitan dengan perkembangan yang dimaksud (kebutuhan
sosial psikologis,kebutuhan fisik remaja
dan perkembangan intelektual) khususnya dalam mata pelajaran yang saudara
ajarkan di sekolah nantinya..??
Jawab :
Ø
mengapa
kebutuhan sosial psikologis,kebutuhan fisik remaja,dan perkembangan intelektual
peserta didik kurang diperhatikan guru di sekolah,sementara isi,muatan dan
materi pelajaran cukup bayak mereka terima
Tingkah
laku individu merupakan perwujudan dari dorongan untuk memenuhi
kebutuhan-kebutuhannya. Kebutuhan-kebutuhan ini merupakan inti kodrat manusia.
Dengan demikian, dapat dipahami bahwa kegiatan sekolah pada prinsipnya juga
merupakan manifestasi pemenuhan kebutuhan-kebutuhan individu tersebut. Oleh
sebab itu, seorang guru perlu mengenal dan memahami tingkat kebutuhan peserta
didiknya, sehingga dapat membantu dan memenuhi kebutuhan-kebutuhan mereka
melalui berbagai aktivitas kependidikan, termasuk aktivitas pembelajaran. Di
samping itu, dengan mengenal kebutuhan-kebutuhan peserta didik, guru dapat
memberikan pelajaran setepat mungkin,
sesuai dengan kebutuhan peserta didiknya
Ø
Upaya
untuk memenuhi kebutuhan perkembangan
Menurut Elida Prayitno (2006:35) usaha yang dilakukan untuk
memenuhi kebutuhan remaja adalah sebagai berikut :
Usaha untuk memenuhi kebutuhan mendapatkan status
a. Mengembangkan bakat khusus remaja dengan berbagai rangsangan dan menghargai prestasi mereka
b. Menghindari pemberian motivasi dengan membandingkan remaja secara individu baik dalam prestasi akademis maupun bakat khusus
c. Tidak menuntut remaja berprestasi sama, walaupun waktu guru dan metode belajar yang sama
2. Memenuhi kebutuhan mandiri
a. Memotivasi remaja membuat rencana/ program untuk pengembangan bakat atau potensi mereka
b. Membantu pengambangan bakat/ potensi remaja sesuai perencanaan program
c. Memberi kesempatan remaja untuk mengemukakan ide-ide, mengabil keputusan, membentuk kelompok, memilih jurusan, dan program pengembangan bakat
d. Memberi penghargaan atau penguatan kepada kelompok remaja
3. Memenuhi kebutuhan berprestasi
a. Memberikan penilaian, kalau siswa telah menguasai bahan yang dipelajarinya
b. Memotivasi dengan cara membandingkan rata-rata kelas atau prestasi siswa secara keseluruhan dengan prestasi siswa dalam kelas yang sama
c. Membantu siswa mengembangkan bakat-bakat khusus
4. Memenuhi kebutuhan untuk diakrabi
a. Membina kedekatan psikologis dengan remaja
b. Selalu bekerjasama dalam berbagai kesempatan
5. Memenuhi kebutuhan filsafat hidup
a. Memenuhi informasi tentang nilai kebenaran dalam kehidupan
b. Menjadikan guru dan reman mereka sebagai model (dapat dijadikan teladan)
c. Melakukan bimbingan dan konseling kelompok atau individual untuk membentuk keyakinan dan keterampilan memecahkan masalah kehidupan dengan cara-cara yang bernilai moral dan kebenaran.
Usaha untuk memenuhi kebutuhan mendapatkan status
a. Mengembangkan bakat khusus remaja dengan berbagai rangsangan dan menghargai prestasi mereka
b. Menghindari pemberian motivasi dengan membandingkan remaja secara individu baik dalam prestasi akademis maupun bakat khusus
c. Tidak menuntut remaja berprestasi sama, walaupun waktu guru dan metode belajar yang sama
2. Memenuhi kebutuhan mandiri
a. Memotivasi remaja membuat rencana/ program untuk pengembangan bakat atau potensi mereka
b. Membantu pengambangan bakat/ potensi remaja sesuai perencanaan program
c. Memberi kesempatan remaja untuk mengemukakan ide-ide, mengabil keputusan, membentuk kelompok, memilih jurusan, dan program pengembangan bakat
d. Memberi penghargaan atau penguatan kepada kelompok remaja
3. Memenuhi kebutuhan berprestasi
a. Memberikan penilaian, kalau siswa telah menguasai bahan yang dipelajarinya
b. Memotivasi dengan cara membandingkan rata-rata kelas atau prestasi siswa secara keseluruhan dengan prestasi siswa dalam kelas yang sama
c. Membantu siswa mengembangkan bakat-bakat khusus
4. Memenuhi kebutuhan untuk diakrabi
a. Membina kedekatan psikologis dengan remaja
b. Selalu bekerjasama dalam berbagai kesempatan
5. Memenuhi kebutuhan filsafat hidup
a. Memenuhi informasi tentang nilai kebenaran dalam kehidupan
b. Menjadikan guru dan reman mereka sebagai model (dapat dijadikan teladan)
c. Melakukan bimbingan dan konseling kelompok atau individual untuk membentuk keyakinan dan keterampilan memecahkan masalah kehidupan dengan cara-cara yang bernilai moral dan kebenaran.
Artikel ini disalin dan diakses tanggal 20 maret
2012 pukul 19.38 wib
5. Penumbuhkembangan
siswa di sekolah merupakan peran,tugas dan tantangan bagi guru. sehubungan
dengan itu jelaskanlah :
a) Upaya
yang dapat saudara lakukan untuk siswa yang pertumbuhan fisik dan perkembangan
intelektual mereka terganggu...?
b) Cara/strategi
apa yang dapat saudara lakukan untuk mengatasi siswa yang hiperaktif,nakal,suka
menantang dan egois...!
c) Disekolah
anak yang hiperaktif kurang diperhatikan bahkan diabaikan oleh guru.Sehubungan
dengan upaya-upaya apa yang dapat saudara lakukan untuk menumbuh kembangkan
kreatifits mereka. Jawaban saudara dilengkapi dengan rancangan model program
pengembangan kreatifitas siswa dalam mata pelajaran yang akan saudara ajarkan
di sekolah nantinya.
Jawab :
a)
Upaya yang dapat dilakukan untuk siswa yang
pertumbuhan fisik dan perkembangan intelektual mereka terganggu
Ø
Pemusatan
perhatian
Pemusatan
perhatian yang kurang dapat dilihat dari kegagalan seorang anak dalam
memberikan perhatian secara utuh terhadap sesuatu. Anak tidak mampu
mempertahankan konsentrasinya terhadap sesuatu, sehingga mudah sekali
pertumbuhanfisik dan perkembangan intelektualnya terganggu.
Ø Menggunakan
teknik-teknik pengelolaan perilaku, seperti menggunakan penguat positif
(misalnya memberikan pujian bila anak melakukan perbuatan yang membuat dirinya
menjadi lebih baik), memberikan disiplin yang konsisten, dan selalu memonitor
perilaku anak
Ø
Membangkitkan rasa percaya diri anak
Dengan membangkitkan percaya diri pada
anak,anak akan bisa mengatasi kekurangannya.
b)
Cara/strategi
yang dapat saudara lakukan untuk mengatasi siswa yang hiperaktif,nakal,suka
menantang dan egois
Ø
Siswa
hiperaktif
§ Jangan pelit untuk memberikan pujian
kepada anak kita saat ketika dia mampu melakukan suatu tindakan positif
sehingga melatih anak untuk menangkap rasa kedekatan dan pujian dari orang
terdekat yang dia cintai. Rasa kedekatan tersebut antara anak dengan orang tua akan
memacu dan mendorong serta mengarahkan anak kearah yang lebih baik. Itu
merupakan modal anak dalam mengungkapkan imajimasinya.
§ Dalam mengajari anak lakukan sambil
bermain, mendengarkan dongeng dimana ada nasehat yang baik untuk anak terutama
saat hendak tidur dimana gelombang otak anak sedang tenang. Sekaligus
mengarahkan anak untuk belajar membaca mungkin itu lebih efektif dari pada
memberi anak hukuman atau omelan yang tidak penting / kata hukuman untuk anak.
§ Jangan sekali-kali melontarkan kata-kata
yang terkesan menyudutkan atau memaksa si anak karena dikhawatirkan justru
tanpa disadari akan mendidik anak mempunyai sifat pemberontak.
§ Pada orang tua yang tidak mengerti dalam
menghadapi perkembangan anak yang demikian justru cenderung menilai anak hiperaktif
merupakan sosok anak nakal dan sulit diatur. Padahal tidak harus demikian.
Jangan paksakan perkembangan anak hiperaktif untuk sama dengan anak seusianya
sementara anak hiperaktif memang tidak mampu untuk berlaku seperti anak
seusianya? Tidak bisa diam dan konsentrasi.
§ Sebagai orang tua yang memiliki anak
hiperaktif harus menyiapkan mental dalam mengasuh putra atu putrinya. Peran
orang tua amat dibutuhkan untuk anak hiperaktif karena anak dengan gangguan
aktifitas dan perhatian sulit diasuh orang lain atau pembantu karena secara
fitrah hubungan bathin antara orang tua dan anak amat dekat dan itu sudah Allah
kodratkan.
Artikel ini
disalin dan diakses tanggal 20 maret 2012 pukul 19.38 wib
Ø Siswa yang nakal
§
Saat
anak mulai nakal,berkomunikasilah dengan baik dan santai sehingga anak merasa
nyaman.Kita bisa bertanya kenapa dia melakukan itu,dan biarkan anak bercerita
atau berkeluh kesah pada kita.
§
Ketika
anak melakukan kesalahn]an jangan langsung memarahinya karena anak sangat
defensif yaitu menolak kenyataan bahwa mereka melakukan hal yang salah.Dengan
pendekatan yang baik,halus,tidak terlalukaku,anak cendrung lebih bisa menerima
fakta bahwa mereka melakukan kesalahan dan mau intropeksi diri.
§
Memberi
pengertian kepada mereka bahwa menjadi anak nakal itu adalah hal yang
buruk.Selanjutnya adalah kita harus memberi contoh yang baik pula.kita bisa
memberi contoh dengan cara membereskan barang-barang kita sendiri di depan sang
anak.Perlihatkan padanya bahwa rapi itu indah dan enak di pandang.Hal ini bisa
mempengaruhi cara berpikir anakdan mengikuti prilaku kita.
§
Berikan
sangsi/hukuman pada anak apabila melakukan kesalahan berkali-kali.Namun hindari
hukuman berupa kekerasan fisik,karena itu adalah hal yang tidak baik dan bisa
membuat anak berfikir bahwa kita adalah orang yang kejam
Artikel ini
disalin dan diakses tanggal 20 maret 2012 pukul 19.38 wib
Ø
Siswa
yang suka menantang
Berusahalah
konsisten dan tegas terhadap aturan yang Anda buat maka Anda akan mendapati
anak Anda menurut pada Anda. Ingat!!!! Konsisten dan tegas bukan dengan
kekerasan!!! Kalau sekiranya Anda membuat aturan tidak mungkin terlaksana, akan
lebih baik urangkan aturan itu. Kalau Anda membuat aturan yang mengandung
hukuman kalau terlanggar, maka buatlah hukuman yang mendidik, tidak menyakiti,
dan bisa dilaksanakan. Kalau kita suka mengancam, kemudian tidak
melaksanakannya maka anak akan belajar untuk tidak mempercayai kata - kata
kita. Usahakan untuk tidak membuat ancaman!!! Kalau terpaksa ada ancaman maka
seperti hukuman tadi, harus bisa dilaksanakan!!!!
Ø
Siswa
yang egois
Menjadi model bagi anak dengan prilaku kita sehari-hari yang toleran dan
peduli dengan sekitar.
§
Mengekpresikan
rasa kagum kita akan prilaku anak yang pantas dihargai. Contoh; “Dinda suka
menolong ya, membantu ummi dan menemani adik bermain”.
§
Meningkatkan
harga diri anak. Contoh: “Setelah Ade sekolah di TK, sekarang menjadi semakin
baik, ya”.
§
Menghargai
anak dan menerima kekurangannya. Contoh: “Zidan mau berbagi mainan itu memang
susah, tapi kita bisa mencobanya kok”.
§
Memberi
kesempatan pada anak untuk bermain peran sebagai teman yang baik.
§
Saling
bercerita (interaktif) tentang nilai-nilai yang baik daam berteman.
Contoh: suka menolong, suka berbagi, suka menunggu giliran dan
lainnya.
§
Memberi
penguatan pada anak untuk perubahan perilaku anak, sekalipun sedikit. Contoh:”Subhanallah,
puteri ummi sekarang mau meminjamkan mainan ke teman-temannya”.
§
Menjelaskan
alasan mengapa ada anak yang tidak disukai oleh teman-temannya dengan
menggunakan bahasa yang sederhana. Contoh: “Kasihan ya, si Andi, teman-temannya
jarang yang main ke rumahnya lagi, karena Andi tak mau berbagi mainan.
Artikel ini
disalin dan diakses tanggal 20 maret 2012 pukul 20.38 wib
c)
Upaya-upaya
yang dapat dilakukan untuk menumbuhkembangkan kreatifitas anak yang kreatif
1) Fleksibilitas dalam
kesempatan.
Karena siswa kreatif lebih suka belajar sendiri, dan mungkin belajarnya
berbeda dari siswa yang lain, perlu diupayakan fleksibilitas dalam memberi
kesempatan yang menuju ke pengarahan diri secara bertanggung jawab. Minat
mereka yang luas dan kecenderungan berpikir divergen akan tumbuh subur dalam
lingkungan yang tidak membatasi.
2) Contoh yang positif.
Guru pembimbing di sekolah diharapkan mampu menjadi model perilaku yang
layak dicontoh oleh siswa. Tokoh medel yang baik dapat memberi
gambaran yang komprehensif kepada siswa kreatif mengenai jenis keterampilan
yang diperlukan agar produktif dalam bidang minat khusus mereka dan sekaligus
menumbuhkan motivasi mereka.
3) Bimbingan dan dukungan.
Siswa kreatif memerlukan penguatan untuk prestasi mereka agar menjadi
percaya diri terhadap karya mereka. Lingkungan yang responsif akan menguatkan
semangat mereka untuk berkreasi menjadi pribadi yang kreatif. Pujian
kepada siswa yang berkarya dan kritik yang positif dapat mendukung
pertumbuhan kemampuan kreatif dan kepercayaan diri.
4) Rasa humor.
Rasa humor dapat dikembangkan melalui penciptaan kebebasan dan keamanan
psikologis kepada siswa. Humor sebagai bakat dapat disalurkan ke ungkapan
kreatif secara lisan dan tulisan, drama dan karya seni, dan dapat menjadi dasar
kepemimpinan yang berhasil di antara teman sebaya.
5) Empati.
Guru pembimbing sangat penting untuk memahami masalah khusus dari siswa
kreatif. Guru pembimbing yang memahami dan memberi
dukungan dapat membantu menyelamatkan siswa kreatif dari kepercayaan
yang menyakitkan bahwa ada sesuatu yang salah pada mereka. Dengan memberikan
empati, seorang guru pembimbing dapat menghindari kecenderungan siswa kreatif
untuk membuktikan kepada teman sebaya bahwa mereka sama seperti yang lain,
dengan upaya tidak kreatif yang hanya membuang-buang talenta
mereka.
Artikel ini disalin dari diakses tanggal 20 maret
2012 pukul 12.57 wib
Langganan:
Postingan (Atom)

